gif maker

skripsi matematika



UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIF
TIPE COURSE REVIEW HOARAY PADA SISWA KELAS
VII SEMESTER GENAP SMP NEGERI 1
PUBIAN LAMPUNG TENGAH
TP.2014/2015



Diajukan Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metode Penelitianan
 Matematika





LOGO IAIN LAMPUNNG WARNA BARU.jpg





Oleh    :

Eza Dian Permadi
NPM : 121100173




FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
2014/2015

                                                            

 BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan disorong oleh adanya sistem pendidikan maju dan modern di tengah - tengah masyarakat yang berguna untuk menjawab tututan dan kebutuhan masyarakat yang modern dewasa ini dengan permasalahannya yang kompleks. Untuk mewujudkan itu diperlukan usaha yang keras dan memakan waktu yang lama karena memerlukan proses yang panjang. Diantara usaha yang dilakukan adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang professional terutama di bidangnya.
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia, sehingga pendidikan menduduki posisi penting diantara komponen - komponen yang lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komonen dari seluruh kegiatan pendidikan dilakuakn semata-mata terarah kepada atau di tunjukkan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam usaha pencapaian tujuan tersebut, banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah diantaranya adalah pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan mutu guru dengan jalan diklat, penataran dan seminar pendidikan. Di sistem pendidikan itu sendiri pemerintah sangat gigih dalam mencapai jalan terbaik untuk sistem pendidikan di Indonesia, diantaranya perubahan kurikulum, dengan harapan dan tujuan pemerintah adalah untuk meningkatkan mutu dan pencapaian pendidikan di Indonesia.
Pendidikan di Provinsi Lampung masih dalam kategori rendah. Menurut Bappeda Lampung sekitar 62,7% dari 7,4 juta jiwa masyarakat Lampung tidak lulus atau hanya lulus Sekolah Menengah Pertama. Masalah ini adalah dampak dari buruknya infrastruktur pedesan, sebagai salah satu penujang ekonomi dan pendidikan.
Pada sector pendidikan khususnya pendidikan formal di sekolah, proses belajar mengajar siswa diatur dan di rencanakan supaya tujuannya tercapai, yaitu sejumlah perubahan dalam aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Hal yang paling pokok di sekolah adalah siswa harus belajar di sekolah, sedangkan guru dapat mengajar siswa dengan baik, terarah, dan terencana.
Salah satu karakteristik matematika adalah yang mempunyai obyek yang bersifat abstrak. Sifat abstrak ini menyebabkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Prestasi matematika siswa secara nasional maupun internasional belum menggembiraka. Third International Mathematichs And Science Study  (TIMSS) tahun 1999 melaporkan bahwa rata-rata skor matematika siswa tingkat 8 (SLTP kelas 2) Indonesia jauh di bawah rata-rata siswa internasional dan berada rengking 34 dari 38 negara (dalam Asmin, 2005)
Sejalan dengan itu, Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika sejak dini.


Pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan dari mulai pendidikan dasar, menengah pertama, menengaha atas dan perhutuan tinggi. Secara terus menerus menjadi bahan kajian, karena hal tersebut diatas maka berbagai upaya ditempuh oleh pemerintah untuk meningkatkan lagi sistem pendidikan di Indonesia diantaranya adalah perbaikan kurikulum dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang memberikan peluang yang lebih besar kepada siswa untuk memperoleh materi, yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya, selain itu pemerintah juga melakukan program antara lain mengadakan penataran guru bidang studi, pemantapan kerja guru, pengadaan buku, dan sarana pendidikan.
Usaha sekolah sejauh ini SMP Negeri 1 Pubian telah melakukan berbagai upaya yaitu penyediaan buku pelajaran, perpustakaan, penyediaan fasilitas belajar di kelas dan guru professional. Akan tetapi, walaupun berbagai usaha telah melakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada kenyataannya masih terdapat banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang rendah pada pelajaran tertentu salah satunya adalah rendahnya hasil belajar matematika.
Berdasarkan pra-survey pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pubian menentukan hasil belajar matematika dalam table berikut:
Tabel 1. Data Hasil Ulangan Harian Pada Pokok Bahasan Bangun Datar Dari 28 Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pubian Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) = 7,5.



No
Nilai
Kriteria
Jumlah siswa
Persentase (%)
1
≥ 75
Tuntas
8
28,57
2
< 75
Tidak tuntas
20
71,43
Jumlah
28
100

Sumber : Daftar Nilai Ujian Matematika Kelas VII Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015.
Berdasarkan table dia atas dapat dilihat bahwa siswa yang mendapatkan nilai > 75 sebanyak 8 siswa atau 28,87 % dari 28 siswa yang mendapatkan nilai <75 sebanyak 20 siwa atau 71,43% dari 28 siwa. Jadi terlihat bahwa siswa yang mencapai ketentuan belajar hanya 71,43% maka ketentuan belajar siwa kelas VII SMP Negeri 1 Pubian belum tercapai. Maka perlu mendapatkan suatu petbaikan  dalam proses pemblajaran agar mendapatkan ketuntasan pelajaran.
B. Identifikasi Masalah
Setelah diadakan observasi dan wawancara dengan para guru maupun siswa yang hasil belajarnya belum tuntas bahwasanya usaha yang dilakukan guru dalam kegiatan pemblajaran sudah dilakukan semaksimal mungkin, yaitu dengan menggunakan berbagai macam metode yang sesuai dengan fasilitas belajar yang cukup seperti pengadaan buku paket LKS. Selain itu guru juga memberikan tugas kepada siswa, baik individual maupun kelompok. Namun hasilnya juga belum sesuai dengan yang diharapkan.
            Factor- factor yang mempengaruhi hal tersebut di antaranya :
1.        Terdapat siwa yang tidak memperhatikan saat pembelajaran.
2.        Terdapat siswa yang tidak bisa mengerjakan soal baik tugas maupun latihan.
3.        Terdapat siswa yang cenderung menyalin jawaban guru dari pada mengerjakan sendiri.
4.        Siswa yang panadai lebih mendominasi dalam pembelajaran maupun pekerjaan soal.
C. Pembatasan Masalah
Untuk itu, pendekatan pembelajaran yang perlu diterapakan agar siswa lebih aktif dan berminat mengikuti pembelajaran sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa adalah pendekatan pembelajaran cooperative learning tipe couse review horey.
Menurut Suyatno “model pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan.”[1] Dalam kelompok belajar kooperatif, keberhasilan kelompok tergantung pada setiap individunya sehingga tiap anggota kelompok diharapkan mampu memberi suatu karya bagi keberhasilan kelompok dan tiap kelompok harus tahu teman yang memerlukan bantuan karena kegagalan seorang anggota kelompok dapat mempengaruhi prestasi semua anggota kelompok, sehingga terjalin kerja sama dan tolong menolong dalam proses pembelajaran. Hal ini selaras dengan firman Allah sebagaimana yang terkandung dalam surat Al-Maidah ayat 2:

(#qçRur$yès?ur n?tã ÎhŽÉ9ø9$# 3uqø)­G9$#ur ( Ÿwur (#qçRur$yès? n?tã ÉOøOM}$# Èbºurôãèø9$#ur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ߃Ïx© É>$s)Ïèø9$# ÇËÈ  

Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” [2]
Ayat ini merupakan dalil yang jelas akan wajibnya tolong menolong dalam kebaikan dan takwa serta dilarang tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Dalam ayat ini Allah Swt. memerintahkan seluruh umtnya agar tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, saling memberi semangat terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah serta beramal dengannya. Dan sebaliknya, Allah melarang kita tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Tolong menolong dalam kebaikan ini termasuk didalamnya adalah proses pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif ini peserta didik dibentuk kedalam beberapa kelompok dimana peserta didik harus bekerja sama saling membantu dalam menyelesaikan persoalan.
Metode cooperative learning tipe couse review horey, menekakan pada proses kerjasama dalam kelompok, untuk lebih mempererat hubungan dalam kelompok, siswa diminta untuk menciptakan sorak khas kelompok. Siswa juga dituntut bekerja sendiri bersama kelompok sehingga peserta didik harus menemukan sendiri jawabanya benar atau salah sehingga tidak mungkin menyalin jawaban dari guru. Selain itu, setiap siwa diwajibkan menjawab secara lisan dan disimak siswa lain, apakah jawabanya benar atau salah sehingga tidak hanya siswa yang pintar yang mendominasi pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran akan menjadi lebih aktif, siswa juga akan berusaha menjawab dengan benar agar dapat menyorakkan yel-yel.
Berdasarkan uraiyan diatas, penelitian dengan guru mitra menerapkan pendekatan pembelajaran learning tipe course review horey untuk meningkatkan minat dan hasil belajar kelas VII SMP Negeri 1 Pubian.
D. Rumusan Masalah
1.   Apakah belajar matematika melalui pembelajaran learning tipe course review horey pada siswa dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa?
2.   Apakah belajar matematika melalui pembelajaran learning tipe course review horey pada siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
E. Tujuan Penelitian
1.   Untuk mengetahu belajar matematika melalui pembelajaran learning tipe course review horey dapat meningkatkan aktivitas siswa.
2.   Untuk mengetahui belajar matematika melalui pembelajaran learning tipe course review horey pada siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
F. Manfaat penelitian
1.   Bagi siswa
Dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dan melalui upaya memecahkan permasalahan serta membuat produk sederhana siswa dapat menentukan konsep pengetahuan yang diperolehnya.
2.      Bagi guru
Guru dapat menggunakan dan mengembangkan pembelajaran melalui pendekatan learning tipe course review horey dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.
G. Ruang Lingkup Penelitian
Jenis Penelitian       : Penelitian Tindakan Kelas
Subjek Penelitian    : Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pubian
Objek Penelitian     :  Kelas VII Di SMP Negeri 1 Pubian
Waktu Penelitian    : Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014/2015
Tempat Penelitian   : SMP Negeri 1 Pubian
Pokok Bahasan       : Bangun Datar